• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Gayamharjo Jadi Penyuplai Bahan Meubeler Kayu Jati Dan Sono Keling Akibat Warga Banyak Merantau

    adminrevolusinews.id
    16 June 2022, June 16, 2022 WIB Last Updated 2022-06-17T05:35:42Z

    revolusinews.id Yogyakarta - Warga masyarakat Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mayoritas sebagai petani ladang, hanya sebagian kecil memiliki lahan sawah. Wilayah desa yang dikelilingi pegunungan ini merupakan salah satu desa  penghasil kayu jati dan kayu Sono Keling sebagai pemasok usaha meubeler. Udara sejuk dan segar ketika masuk diwilayah desa ini jauh dari lalu lalang serta bisingnya kendaraan. 


    Ini dikarenakan generasi muda warga desa Gayamharjo mayoritas lebih memilih merantau setelah menyelesaikan pendidikannya. Mereka lebih memilih mengadu nasib mencari kerja di kota kota besar seperti, Jakarta, Surabaya dan daerah perindustrian Bekasi, Karawang serta kota kota lain ungkap Rumiyati kepala dusun Jali kepada revolusinews.id Kamis (16/06/'22) siang hari di kediamannya. 


    Sehingga, ladang ladang milik warga desa Gayamharjo, mayoritas ditanami pohon jati dan Sono Keling. Disela sela tanaman tersebut dimanfaatkan untuk tanaman tumpangsari yang bisa dipanen sesuai apa yang ditanam guna mencukupi kebutuhan sehari hari. Dari hasil tanaman di ladanglah warga bisa memenuhi kebutuhan sehari hari serta membiayai sekolah anak anaknya kata Kadus. 


    Namun,terangnya  beberapa bulan terakhir ini, harga jual kayu jati dan Sono Keling anjlok, harganya turun drastis. Turun harga atau anjloknya harga jual kayu jati dan Sono Keling mencapai 50 persen dari harga sebelumnya dikarenakan permintaan menurun. Padahal untuk bisa mencapai harga jual tertentu membutuhkan waktu sampai 30 tahunan imbuhnya.


    Dan jangan heran kalau warga disini kebanyakan sudah berumur atau tua dan masih usia sekolah. Disamping itu, banyak rumah rumah kosong yang tak dihuni karena generasi penerusnya sudah tinggal di rantau. Hanya waktu Hari besar Idul Fitri ( Lebaran ) dan Natal Tahun baru ( Nataru) suasana di wilayah Desa Gayamharjo baru ramai, ucap Kadus Jali. (ryo bewok)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini