Revolusinews.id Karawang - DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menekankan agar proyek renovasi Stadion Singaperbangsa dapat diselesaikan sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah ditetapkan.
"Pekerjaannya harus tuntas sesuai dengan
waktu yang telah dijadwalkan," kata Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin, di
Karawang, Jumat.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus
melakukan pengawasan kegiatan pembangunan yang berlangsung di wilayah Karawang.
Hal tersebut dilakukan agar kegiatan pembangunan infrastruktur di Karawang bisa
selesai tepat waktu.
"Bagi kami tidak ada toleransi untuk
pekerjaan molor atau adendum," katanya.
Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun
2024 ini dijadwalkan selesai dalam tahun yang sama. Sesuai dengan perjanjian,
renovasi Stadion Singaperbangsa harus sudah rampung pada tanggal 28 Desember
2024
"Pekerjaan itu harus tuntas sesuai
jadwal. Tidak boleh ada cerita proyek ini menyeberang tahun anggaran,” katanya.
DPRD Karawang berkomitmen untuk pengawasan
intensif terhadap proyek tersebut. Dalam waktu dekat, tim dari DPRD Karawang
akan melakukan inspeksi langsung ke lapangan untuk memantau progres pembangunan.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh
sebelumnya mengaku kecewa setelah mengetahui progres proyek pembangunan atau
renovasi Stadion Singaperbangsa Karawang yang cukup lamban.
"Progres pembangunannya baru 27 persen.
Seharusnya sudah 35 persen," kata bupati.
Pelaksana proyek atau pihak kontraktor diminta
segera menyelesaikan pekerjaan, sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan.
Disarankan agar pekerjaan sesuai dengan waktu
yang telah dijanjikan, pihak kontraktor perlu melakukan langkah-langkah seperti
menambah alat berat dan memperbanyak pekerja agar bisa selesai tepat waktu.
Bupati juga berpesan agar Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Karawang meningkatkan pengawasannya. Sehingga hasil
pekerjaannya bagus dan selesai tepat waktu.
Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran untuk
renovasi Stadion Singaperbangsa Karawang secara multiyears, mencapai sekitar
Rp30 miliar.
Pada tahun ini dialokasikan anggaran sekitar
Rp15 miliar. Kemudian pada tahun berikutnya atau pada tahun 2025, alokasi
anggarannya sekitar Rp15 miliar. Sehingga total anggarannya mencapai Rp30
miliar. (***)


