GARUT – Revolusi Investigasi
Suasana penuh kehangatan, kreativitas, dan semangat kolaborasi menyelimuti PAUD/KB Miftahul Hasanah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, saat menggelar kegiatan “Gelar Alat Permainan Edukatif (APE) Hasil Karya Orang Tua Murid.” Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan, guru, dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Penilik PAUD Kecamatan Tarogong Kidul, Ibu Hj. Siti Salwah, didampingi Ibu Hj. Titik, yang mengapresiasi konsistensi PAUD Miftahul Hasanah dalam melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting dalam membangun lingkungan belajar yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak.
Kepala PAUD Miftahul Hasanah, Ibu Hj. Neneng Hasanah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dan kreativitas orang tua bukanlah hal baru di lembaga yang dipimpinnya. Sejak lama, orang tua telah dilibatkan dalam pembuatan berbagai Alat Peraga Edukatif (APE) sebagai upaya menunjang pembelajaran anak secara optimal.
“Kerja sama ini sudah menjadi budaya di KB Miftahul Hasanah. Orang tua bukan hanya menitipkan anak, tetapi turut serta membangun pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Awan Suparwan, S.HI. selaku Ketua Yayasan, serta Bapak Alimudin, S.Pd.I., M.Ud., Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Garut, yang sekaligus menyampaikan tausiyah menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Alimudin mengutip hadits Rasulullah SAW tentang pentingnya mendidik anak sesuai dengan zamannya. Ia mengapresiasi kuatnya kolaborasi antara lembaga, guru, dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak bangsa.
Ia juga menyampaikan tiga kunci keberhasilan pendidikan, yang disampaikan dengan kearifan lokal Sunda, yakni:
“Ulah loba gaya, ulah loba gengsi, sareng ulah loba alesan”
(jangan banyak gaya, jangan banyak gengsi, dan jangan banyak alasan).
Menurutnya, pendidikan yang baik akan mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT dan orang-orang beriman, tentu dengan landasan Iman, Islam, dan Ihsan sebagai kerangka dasar ajaran Islam. Hal tersebut sejalan dengan tujuan hadirnya Bulan Suci Ramadan sebagai momentum peningkatan ketakwaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pameran hasil karya anak dan orang tua. Berbagai APE dipamerkan, yang dibuat dari bahan-bahan bekas ramah lingkungan, seperti kardus, karton, botol plastik bekas air mineral, tutup botol, stik es krim, kain perca, hingga kaleng bekas. Selain bernilai edukatif, karya-karya ini juga mengajarkan anak tentang kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan barang bekas secara positif.
Para orang tua dan anak tampak antusias memperlihatkan hasil karya mereka, sementara pihak sekolah memberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas peran aktif keluarga dalam pendidikan anak usia dini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga PAUD lainnya untuk terus memperkuat kemitraan dengan orang tua demi menciptakan pendidikan yang holistik, kontekstual, dan berkarakter.
(Revolusi Investigasi/Alimudin Garbiz)





