• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Kepsek SDN Jayamukti, Blanakan Larang Siswa Bawa Lato-lato Ke Sekolah

    adminrevolusinews.id
    16 January 2023, January 16, 2023 WIB Last Updated 2023-01-16T13:16:39Z


    revolusinews.id Subang - Sejumlah Selolah Dasar di lingkungan Kordinator Wilayah Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat,  melarang siswanya untuk membawa lato-lato ke sekolah


    Larangan itu muncul setelah banyak para siswa dengan antusias  membawa lato-lato ke sekolah.


    Himbauan larangan membawa lato-lato ke sekolah di apresiasi oleh para Kepala Sekolah dengan melakukan pengawasan kepada para siswa hingga melakukan razia lato-lato di sekolah.


    Salah satunya  di SDN Jayamukti di sekolah ini para siswa dilarang  membawa lato-lato ke sekolah, Senin (16/1/2023)


    Kepala SDN Jayamukti Kasim mengatakan dengan dilarangnya siswa membawa lato-lato ke sekolah selain untuk  menjaga suasana pembelajaran yang nyaman di sekolah. Sehingga jika siswa membawa lato-lato ke sekolah di khawatirkan  siswa  tidak fokus belajar dan demi menjaga  keselamatan siswa. 


    "Bermain lato-lato  membahayakan karena terbuat dari material keras dan cara memainkannya yang dibentur-benturkan, suara yang ditimbulkan permainan itu juga bising sehingga bisa mengganggu kegiatan pembelajaran."ujar Kasim 


    Sementara itu Kepala Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Blanakan Ujang Saripudin, "sudah kita imbau siswa untuk tidak membawa lato-lato ke sekolah.


    Himbauan berupa Larangan tersebut telah disampaikanya ke para Kepala Sekolah di lingkungan Korwil Blanakan, meski ini merupakan Himbauan, kami minta sekolah mengawasi siswanya, agar tidak membawa lato-lato ke sekolah karena siswa kurang fokus dan mengganggu  dalam kegiatan  pembelajaran "ujar U. Saripudin.


    Bermain  lato-lato  membahayakan, bisa membuat cedera karena Lato-lato adalah mainan berupa dua buah bola plastik berbobot padat keras dengan permukaan halus yang diikat seutas tali dengan cincin jari di tengah yang dimainkan dengan dibentur-benturkan, pungkasnya. (ahd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini