• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Kelompok Tani Di Pantura Subang Kembangkan Buah Mangrove Diolah Menjadi Panganan Dodol Dan Wajit

    adminrevolusinews.id
    26 December 2022, December 26, 2022 WIB Last Updated 2022-12-26T12:18:29Z


    revolusinews.id Subang - Berawal dari terancam kerusakan  tanaman Mangrove di wilayah Pantura Subang dan masih kerap di anggap   Buah Mangrove  kurang bisa di manfaatkan oleh  masyarakat sekitar . Padahal bila diolah menjadi panganan yang  lezat bisa memiliki nilai jual dan bisa menghasilkan cuan dan bernilai ekonomi yang menjanjikan 


    Di Pantura Subang Jawa Barat buah Mangrove dikembangkan menjadi panganan oleh  Kelompok Tani Mina  Lestari, Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa barat . Kelompok Tani Mina Lestari dengan memberdayakan anggota dan  warga khusus kaum emak-emak  yang tergabung Kelompok Tani Mina Lestari Pertiwi  mengembangkan buah Mangrove menjadi  panganan dodol dan wajit serta cemilan lainnya.  Adapun buah Mangrove yang dijadikan dodol dan wajit yakni buah tanaman Mangrove jenis Pidada. 


    H Samsudin Ketua Kelompok Tani Mina Lestari Langensari mengatakan, awal mula tercetusnya ide mengolah buah tanaman Mangrove diolah menjadi Dodol Mangrove, Wajit Mangrove, Selai Mangrove, Kripik Mangrove, bahkan obat khusus kewanitaan karena di wilayahnya terjadi kerusakan hutan Mangrove  dan buahnya ternyata bisa di manfaatkan. 


    Di jelaskan Samsudin,   awal mula tercetusnya ide untuk mengolah Mangrove sekitar  tahun 2009  karena desa tersebut memiliki banyak pohon Mangrove namun tidak bisa di manfaatkan dan bisa diolah menjadi panganan dan bernilai ekonomis "Buah Mangrove jenis Pidada, Tancang Merah, Api-api dan Bako-bako bisa diolah menjadi panganan dodol dan wajit.


    Ia menambahkan, karena rasa buah Mangrove yang sepat dan asam membuat masyarakat menganggap buah tersebut tidak bermanfaat sehingga dibiarkan begitu saja. "Ternyata buah Manggrove memiliki banyak vitamin sehingga mulai dari hal tersebut saya terus berinovasi untuk mengolah Mangrove menjadi cemilan yang ekonomis," pungkasnya.


    Sementara itu Ketua Tim Lestari Pertiwi, Koordinator Pengolah Dodol Mangrove, Hj. Een Zaenah  mengatakan, pembuatan dodol cukup mudah. Buah Mangrove  jenis Pidada yang masak atau matang setelah di petik dari pohon kemudian  dibersihkan lalu dipotong-potong dan dimasak selama 15  menit, kemudian didinginkan sambil diaduk-aduk hingga buah Mangrove tersebut hancur.


    Setelah itu  buah yang sudah hancur kemudian disaring menggunakan saringan  dari Hasil saringan dipisahkan,  antara ampas dan sari buah Mangrooce setelah di lakukan penyaringan ulang. Setelah itu selanjutnya  sari buah dicampur dengan cairan gula merah, santan dan tepung ketan kemudian diaduk rata, jelasnya.


    "Setelah menjadi Adonan kemudian  dimasak hingga mengental sambil diaduk-aduk, sampai agak mengeras, setelah itu didinginkan beberapa saat  dan mulai dikemas," ucap Een. (ahd) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini