• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    FKMPL Purwadadi : Rencana Pengembangan Kawasan Industri oleh PT. Comarindo Pratama Harus Perhatikan Amdal

    adminrevolusinews.id
    09 September 2022, September 09, 2022 WIB Last Updated 2022-09-10T06:58:38Z

    revolusinews.id Subang - Terkait rencana pengembangan kegiatan pergudangan menjadi kawasan industri oleh PT. Comarindo Pratama di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten subang, Jawa Barat, pada hari Jumat (9/9/2022) dilakukan pertemuan berbagai pihak yang terkait dengan perwakilan masyrakat. 


    Hal tersebut dimaksudkan dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana pengembangan kegiatan pergudangan menjadi kawasan industri .


    "Kawasan tersebut rencanannya memiliki luas keseluruhan sekitar 105 hektar dengan 80% merupakan wilayah Kecamatan Purwadadi dan seluas 20% merupakan wilayah Kecamatan Kalijati," jelas Anjar, Ketua Forum Komunikasi Masyrakat Peduli Lingkungan (FKMPL) Purwadadi.(9/09/2022)


    FKMPL Purwadadi menekankan pentingnya aspek Amdal terkait pengembangan kawasan industri tersebut. 


    "Kalau bisa dicek kembali dampak positif dan negatifnya, apakah lebih besar dampak negatifnya," ujar Anjar. 


    FKMPL Purwadadi sendiri akan selalu bersinergi dengan pemerintah Kecamatan Purwadadi dalam memantau Amdal terkait kawasan tersebut. 


    "Kami dalam pengembangan kawasan tersebut akan selalu mengecek terkait Amdal dan terus berusaha dalam menjaring investor tapi untuk kongritna belum bisa menjawab," tandas Saeful, Pemilik Pergudangan dalam pidatonya.


    Dinas Pertanian Kabupaten Subang, melalui Nana sebagai Penanggung Jawab Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjelaskan mengenai lahan pertanian dan hutan dilindungi dengan undang-undang No.41 tahun 2019 dimana didalamnya mengenai lahan sawah tidak bisa alih pungsi lahan.


    "Bilamana dilanggar akan mengakibatkan denda tiga kali lipat ditambah. Pidana bagi sipengguna atau pengalih,kepres UU NO 41 tahun 2019," tegas Nana. (nanang suparman)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini