• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Joe Biden Kritik Penahanan Alexei Navalny, Rusia: Retorika yang Sangat Agresif

    adminrevo
    06 February 2021, February 06, 2021 WIB Last Updated 2022-02-11T08:05:17Z

     


    REVOLUSINEWS.ID, KARAWANG – Pemerintah Rusia mengecam “retorika yang sangat agresif” yang dilakukan Joe Biden. Kecaman itu datang setelah presiden baru Amerika Serikat itu menyebut hubungan Washington dengan Moskow akan berubah dan menuntut pembebasan politisi oposisi Alexei Navalny.


    “Kami sudah mengatakan bahwa kami tidak akan mengindahkan pernyataan menggurui semacam ini. Kami tidak akan melakukannya,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan dilansir AFP, Jumat (5/2/2021).


    “Ini retorika yang sangat agresif dan tidak konstruktif,” imbuhnya.


    Juru bicara Presiden Vladimir Putin itu mengakui ‘banyak perbedaan dan pendekatan berbeda muncul saat mengatasi masalah-masalah penting’. Namun, dia juga mengindikasikan bahwa Moskow ingin melanjutkan kerja sama dengan Washington di bawah pemerintahan Biden.


    “Kami berharap bisa melihat kemauan politik Amerika untuk melanjutkan kerja sama untuk melayani kepentingan kami,” katanya.


    Sebelumnya, dalam pernyataan tegasnya, Biden pada hari Kamis (4/2) waktu setempat mengingatkan tentang otoritarianisme di China dan Rusia.


    Dia mengatakan Amerika Serikat tidak akan lagi ‘lemah dalam menghadapi tindakan agresif Rusia’ dan menuntut pembebasan Navalny, kritikus Putin yang dipenjara, yang pekan ini dijatuhi hukuman hampir tiga tahun penjara.


    Biden mengatakan ada beberapa bidang di mana ia akan bekerja sama dengan Kremlin, terutama soal perjanjian New START tentang pembatasan senjata nuklir, yang telah diperpanjang kedua negara selama lima tahun.


    Perjanjian New START ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan akan berakhir pada 5 Februari. Namun pada Selasa (26/01), Putin berbicara dengan Presiden AS Joe Biden dan sepakat untuk memperpanjang perjanjian ini. (red)  

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini