Pada 12 Februari 2026, tim media melakukan kunjungan ke Kelurahan Sucikaler, Kabupaten Garut, dan berkesempatan bertemu langsung dengan Lurah Sucikaler, Agus Tomi, S.Sos. Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog terkait kondisi pemerintahan terkini, khususnya menyangkut isu efisiensi anggaran, penempatan jabatan, serta pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Dalam keterangannya, Agus Tomi menjelaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Garut saat ini tengah menerapkan sistem pengembangan karier berbasis uji kompetensi yang mengacu pada sistem merit. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa promosi dan penempatan jabatan dilakukan secara profesional, berdasarkan kemampuan dan kinerja pegawai, bukan karena faktor kedekatan ataupun kepentingan politik.
Ia memaparkan bahwa dalam sistem merit terdapat sembilan kategori atau pengelompokan penilaian, yang dikenal dengan kotak 1 hingga kotak 9. ASN yang dinilai layak untuk mendapatkan promosi jabatan berada pada kategori kotak 7 sampai kotak 9. Pada kategori tersebut, pegawai dianggap memiliki prestasi, kapabilitas, serta kinerja yang mumpuni untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Lebih lanjut dijelaskan, proses promosi jabatan dilakukan melalui tahapan uji talenta dan uji kompetensi. Dari hasil pengujian tersebut akan terlihat sejauh mana kemampuan individu, sehingga penilaian benar-benar objektif. Sistem ini juga menjadi bagian dari standarisasi yang mempertimbangkan pendidikan, golongan, serta rekam jejak jabatan, sehingga menutup ruang praktik balas budi maupun kepentingan non-profesional lainnya.
Agus Tomi sendiri telah mengabdi di Kelurahan Sucikaler selama kurang lebih tiga tahun dan akan memasuki masa purna tugas sekitar enam bulan ke depan. Ia mengungkapkan bahwa suka duka selama menjabat menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang memberi kepuasan batin tersendiri, terutama saat dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Menjelang akhir masa tugasnya, ia berharap kebersamaan dan kerja sama tetap menjadi hal yang terus dioptimalkan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, tanpa kolaborasi seluruh lapisan, keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik tidak akan tercapai secara maksimal. Ia pun berkomitmen meninggalkan fondasi kerja yang normatif, tertib aturan, dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Garut ke depan.
(Revolusi Investigasi/Sumarna)
› Tanpa label › Tanggapan Lurah Sucikaler Terkait Sistem Merit dan Pengembangan Karier ASN di Kabupaten Garut



