• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Polres Karawang Berhasil Mengungkap dan Menangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin Wilayah Purwasuka

    adminrevolusinews.id
    10 June 2022, June 10, 2022 WIB Last Updated 2022-06-10T11:48:52Z


    revolusinews.id Karawang - Polres Karawang berhasil mengungkap dan menangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin Wilayah Purwasuka (Purwakarta-Subang-Karawang) dan Pimpinan Cabang Karawang.


    Tersangka Pimpinan Khilafatul Muslimin Purwasuka berinisal HM (60), dan Pimpinan Cabang atau Ummul Quro Inisial EU (44).


    Hal tersebut di sampaikan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono saat menggelar konfrensi pers di halaman Polres Karawang, Jum'at (10/6/2022)


    Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengungkapkan, adanya kejadian konvoi Khilafatul Muslimin di wilayah Karawang dengan rute Cikampek - Jalan Syekh Quro Wadas kemudian kembali ke Cikampek, pada 29 Mei 2022.


    Atas kejadian itu warga merasa resah, sebab organisasi itu menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.


    "Atas hal itu pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga kami melakukan penangkapan kedua tersangka," ucap Kapolres Karawang.


    Kapolres Karawang mengatakan, penetapan kedua tersangka itu setelah hasil serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan memintai keterangan sejumlah saksi ahli.


    Baik itu dari Kesbangpol Karawang, Kementerian Agama Karawang Majelis Ulama Indonesia (MUI), saksi ahli pidana, bahasa, sosiolog dan komunikasi dan informasi (Kominfo).


    "Pada 8 Juni 2022 kami juga melakukan penggeledahan pada rumah yang dijadikan Sekretariat Khilafatul Muslimin wilayah Purwasuka yang tepatnya di Kotabaru Karawang," ungkapnya.


    Barang bukti yang diamankan diantaranya panah, pamflet, buku-buku, baju, papan bilboard buat di motor hingga uang total Rp 12 juta.


    Kapolres Karawang menambahkan kedua tersangka dijerat pasal 82 ayat 2 juncto pasal 59 ayat 4 Undang-undang nomor 16 tahun 2017 tentang penetapan Perpu nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang organiasi kemasyarakatan menjadi Undang-undang dengan ancaman pidana 5 hingga 20  tahun.


    Selain itu, keduanya juga didugaan melakukan pelanggaran pasal 107 ayat 1 KHUPidana tentang makar.


    Dan ketiga dugaan pelanggaran pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.


    "Kami masih terus mendalami lagi dan akan menggandeng pihak MUI, Kesbangpol dan Kemenag Karawang untuk melakukan pembinaan para anggota yang sudah tergabung," pungkasnya. (alex marques)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini