• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    Sri Rahayu Agustina Prihatin Masih Ada Warga Yang Tinggal Dalam Kondisi Rumah Yang Sangat Tidak Layak Huni

    adminrevo
    03 January 2022, January 03, 2022 WIB Last Updated 2022-02-11T07:38:53Z

     


    revolusinews.id Karawang – Warga Kabupaten Karawang masih ditemukan hidup dibawah garis kemiskinan. Itu ditemukan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina saat mengunjungi rumah seorang warga di Desa Kosambi Batu, Kecamatan Cilebar,Karawang. Senin (3/1/2022).


    Kondisi rumah seorang pengajar di salah satu pengajian ini sungguh memprihatinkan. Ustad Suhud yang hidup bersama keluarga selama 15 tahun di lingkungan tersebut tinggal dengan rumah yang tidak layak huni bahkan ia tinggal dilahan orang tuanya.


    ( Sri Rahayu Agustina saat memberikan bantuan untuk Ustad Suhud)

    Sri Rahayu Agustina yang sering disapa mak Sri mengungkapkan rasa prihatin bahwasanya masih ada warga yang tinggal dalam kondisi rumah yang sangat tidak layak huni. Ia mencoba membantu semampunya baik secara pribadi dan juga secara fungsi legislasi yang ia emban.

    “Saya sangat prihatin, ternyata di Karawang masih ada yang tinggal di gubuk dan tidak layak huni. Sebagai anggota legislatif tentu saya akan bantu fasilitasi agar pemerintah dan kita masyarakat bersama untuk mencari solusi,” imbuh Sri.

    Ia menambahkan permasahalan yang dialami ustad Suhud ini harus melibatkan banyak pihak, baik pihak pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan juga seluruh elemen masyarakat sekitar. Agar ada solusi-solusi yang sifatnya berkelanjutan.

    “Yang jelas perlu ada solusi yang agar bantuan pemerintah bisa masuk misal melalui program Rutilahu, atau bisa saja sebetulnya dengan gotong royong swadaya masyarakat,”tutur mak Sri.

    Selain itu Mak Sri juga menyayangkan dengan adannya program Atap Lantai dan Dinding (Aladin) yang digulirkan Pemprov Jabar dengan biaya 17 juta, jadi keluhan masyarakat bahkan kepala desa karena tidak cukup mendirikan satu rumah.

    “Program Aladin yang dianggarkan hanya 17 juta tentunya ini tidak cukup mendirikan satu rumah,ini jadi evaluasi kita bersama,kedepan saya akan mengusulkan untuk ditambah minimal 25 juta,”ucap Mak Sri. (alex marques)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini