UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Bill Gates Akhirnya Buka Suara: Minta Maaf dan Sesali Pertemuan dengan Jeffrey Epstein

Alimudin Garbiz
2/05/26, 07:08 WIB Last Updated 2026-02-05T00:09:54Z

 
Sumber Foto : Youtube Channel Bill Gates
Revolusi Investigasi

Internasional — Pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia, Bill Gates, akhirnya secara terbuka menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang meninggal di penjara pada 2019. Pernyataan ini muncul setelah nama Gates kembali mencuat dalam rilisan dokumen terbaru kasus Epstein yang dipublikasikan otoritas Amerika Serikat dan dilaporkan luas oleh media internasional.

Dalam pernyataannya kepada sejumlah media global, Bill Gates menegaskan bahwa pertemuannya dengan Epstein adalah kesalahan besar. Ia bahkan menyebut, “Saya menyesal setiap menit yang saya habiskan bersamanya”, sebuah pengakuan paling keras yang pernah ia sampaikan sejak isu ini pertama kali mencuat ke publik beberapa tahun lalu.

Dokumen yang dirilis merupakan bagian dari arsip besar penyelidikan Jeffrey Epstein, berisi email, catatan internal, dan draf komunikasi yang menyebut banyak tokoh publik dunia. Salah satu bagian dokumen menyebut nama Bill Gates, memicu kembali sorotan publik dan spekulasi luas di media sosial.

Namun, Gates membantah keras tuduhan yang berkembang, terutama narasi yang menyiratkan keterlibatan dalam aktivitas seksual atau tindak pidana. Ia menegaskan bahwa beberapa dokumen yang beredar, termasuk draf email kontroversial yang dikaitkan dengannya, tidak pernah dikirim dan tidak mencerminkan fakta.

“Saya tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun. Beberapa klaim yang beredar adalah tidak benar,” tegas Gates.

Berdasarkan penelusuran berbagai laporan media internasional, Bill Gates diketahui bertemu Epstein dalam rentang waktu 2011–2014, setelah Epstein menjalani hukuman pidana sebelumnya. Gates mengakui bahwa saat itu ia memiliki harapan Epstein dapat membantu menjembatani dukungan pendanaan bagi program filantropi global, khususnya di bidang kesehatan.

Namun, Gates kini mengakui bahwa keputusan tersebut keliru dan tidak memberikan manfaat apa pun.

“Itu adalah penilaian yang buruk. Saya seharusnya tidak pernah berada di situasi tersebut,” ujarnya.

Isu Epstein juga kembali membuka luka lama dalam kehidupan pribadi Gates. Melinda French Gates, mantan istrinya, sebelumnya pernah menyebut bahwa hubungan Bill Gates dengan Epstein menjadi salah satu faktor yang membuat pernikahan mereka berada dalam “masa yang sangat menyakitkan”.

Sementara itu, reaksi publik terbelah. Sebagian pihak menilai Gates hanya melakukan kesalahan penilaian tanpa bukti keterlibatan kriminal. Namun kelompok lain mendesak penyelidikan lebih transparan, mengingat besarnya pengaruh tokoh-tokoh yang tercantum dalam dokumen Epstein.

Hingga saat ini, tidak ada bukti hukum yang menunjukkan Bill Gates terlibat dalam kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sejumlah analis hukum menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen penyelidikan tidak serta-merta berarti keterlibatan pidana.

Namun kasus ini kembali menegaskan satu hal penting:
kedekatan tokoh berpengaruh dengan figur bermasalah, meskipun berlatar filantropi, tetap menyisakan pertanyaan etis dan tanggung jawab moral di ruang publik.

Permintaan maaf Bill Gates mungkin menutup satu bab klarifikasi, tetapi kasus Epstein terus membuka diskusi global tentang relasi kuasa, elite dunia, dan akuntabilitas moral. Bagi publik, pernyataan Gates menjadi pengakuan bahwa reputasi besar tidak kebal dari kesalahan penilaian—dan sejarah akan selalu mencatatnya.

Red

Komentar

Tampilkan

Terkini

Parlementaria

+