UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Prabowo Bicara “Prabowonomics” di World Economic Forum Davos: Indonesia Angkat Suara di Panggung Ekonomi Global

Alimudin Garbiz
1/22/26, 07:35 WIB Last Updated 2026-01-22T00:35:15Z


REVOLUSI INVESTIGASI — Presiden Prabo

Presiden Prabowo saat bertemu Raja Charles Inggris, foto Youtube Sekretariat Presiden

wo Subianto
dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan tahunan forum ekonomi dunia ini, Prabowo akan memaparkan sebuah konsep ekonomi yang disebut “Prabowonomics”—sebuah narasi ekonomi yang menurut pemerintah merupakan hasil pemikiran dan praktik yang sudah dijalankan Prabowo selama masa kepemimpinan dan juga sebelum menjabat.

Prabowonomics: Konsep dan Capaian yang Akan Dipaparkan

Menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo akan menyampaikan paparan mengenai sejumlah prinsip dan kebijakan ekonomi yang telah ia pikirkan—termasuk yang telah diterapkan dalam masa pemerintahannya—di hadapan tokoh dunia pada forum bergengsi tersebut. Selain pemaparan ide, Prabowo juga akan membahas capaian-capaian pemerintah Indonesia dalam setahun terakhir.

Meski belum ada uraian resmi publik tentang detail Prabowonomics, agenda termasuk dalam special address yang akan berlangsung sekitar pukul 14.00 waktu setempat (CET) di Davos. Forum ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 pimpinan perusahaan besar dunia.

Kehadiran Prabowo di WEF 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi global. Keikutsertaan Presiden dalam pidato utama di ajang yang sama dengan para pemimpin dunia seperti Presiden Prancis, Kanselir Jerman, hingga Presiden Amerika Serikat, menunjukan keinginan Indonesia untuk terlibat aktif dalam dialog global tentang arah ekonomi masa depan.

Pakar ekonomi dari Universitas Jember, Adhitya Wardhono, PhD, menilai WEF merupakan panggung emas untuk menarik investasi global, khususnya di sektor-sektor seperti energi hijau dan teknologi digital—dua bidang yang sering disebut sebagai prioritas agenda pertumbuhan ekonomi modern. Menurutnya, Indonesia harus memaksimalkan kesempatan ini untuk mempromosikan daya tarik ekonomi domestik kepada investor asing.

Selain aspek investasi, tokoh politik nasional seperti Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai diplomasi Prabowo di Inggris dan Davos dapat membuka peluang kerja sama dalam isu-isu strategis, termasuk ketahanan energi, pemberdayaan sumber daya manusia, serta agenda lingkungan hidup dan konservasi. Pandangan ini mencerminkan harapan terhadap peran Indonesia di forum internasional yang tidak hanya fokus pada ekonomi konvensional, tetapi juga isu keberlanjutan.

Namun, kehadiran Indonesia di panggung WEF juga membawa tantangan: bagaimana memastikan bahwa paparan Prabowonomics tidak sekadar menjadi jargon diplomatik, tetapi membawa hasil konkret berupa investasi riil, peluang kerja sama strategis, serta kebijakan domestik yang berpihak pada pertumbuhan inklusif.

Indonesia di Sorotan Dunia

WEF 2026 sendiri merupakan forum yang mengumpulkan kepala negara, pelaku pasar global, akademisi, dan pemangku kebijakan dari seluruh dunia untuk berdiskusi tentang tantangan ekonomi dan proyeksi masa depan. Tema forum tahun ini adalah “A Spirit of Dialogue”, yang menegaskan pentingnya dialog lintas sektor dalam menghadapi ketidakpastian global.

Partisipasi Presiden Prabowo—termasuk dalam momen pidato kunci (keynote address)—menggarisbawahi upaya Indonesia agar tetap relevan di percaturan ekonomi global, di tengah persaingan menarik investasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Red

Komentar

Tampilkan

Terkini

Parlementaria

+