Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa kontribusi NU selama ini tidak terbantahkan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, menurutnya, tantangan ke depan menuntut NU tampil lebih jauh sebagai kekuatan ekonomi rakyat, bukan sekadar basis sosial dan keagamaan.
"Yang saya tunggu sekarang adalah kebangkitan NU di bidang ekonomi. Kita melihat adanya gerakan besar yang menunjukkan NU siap mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Garut,” ujar Syakur di hadapan ribuan warga NU.
Syakur menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Garut yang dinilai cukup positif pada triwulan pertama tahun ini, dengan sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan perlunya keberpihakan kebijakan agar warga NU tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu masuk dalam rantai produksi dan distribusi.
"Warga NU harus diberi ruang untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan. Namun semua harus berjalan transparan, taat aturan, dan menjadi contoh yang baik,” tegasnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Garut disebut telah membuka jalur komunikasi dengan kementerian terkait hingga produsen pupuk guna menjamin ketersediaan sarana produksi bagi petani. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong mekanisasi pertanian dengan melibatkan institusi pendidikan, termasuk penyediaan alat pemipil jagung sebagai bagian dari peningkatan efisiensi produksi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kolaborasi lintas sektor. Namun demikian, efektivitas program dan konsistensi pelaksanaannya akan menjadi catatan penting, mengingat sektor pertanian selama ini kerap menghadapi persoalan klasik mulai dari distribusi pupuk hingga akses pasar.
Menutup sambutannya, Syakur menegaskan komitmen Pemkab Garut untuk mendampingi masyarakat dalam koridor regulasi yang berlaku. Ia menyebut, warga NU yang memiliki peran historis dalam perjuangan kemerdekaan sudah semestinya memperoleh ruang dan kesempatan yang adil dalam pembangunan ekonomi daerah.
"Pemerintah siap mendampingi, selama sesuai aturan, agar masyarakat—khususnya warga NU—mendapatkan hak pembangunan yang sepadan dengan kontribusinya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.


.jpeg)

