UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Dari Istana ke Pengungsian: Agenda Kunjungan Prabowo ke Aceh Utara Disiapkan

Alimudin Garbiz
1/05/26, 18:42 WIB Last Updated 2026-01-05T11:42:36Z

Presiden Prabowo mencium seorang anak pada saat menyapa masyarakat & meninjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang, (1 Januari 2026). REVOLUSI INVESTIGASI-Sekretariat Presiden Youtube Chanel.


ACEH UTARA, Revolusi Investigasi — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dalam waktu dekat untuk melihat langsung kondisi korban banjir dan kerusakan paling parah pascabencana serta meresmikan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Jadwal pastinya saat ini masih dalam komunikasi intensif antara pihak Kabupaten Aceh Utara, Protokol Istana, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Aceh Utara, Halidi, menyatakan persiapan terus dilakukan oleh protokoler daerah dengan Istana Negara untuk menyambut kunjungan Presiden. Selain itu, dalam waktu dekat juga direncanakan kunjungan sejumlah menteri termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Aceh Utara. 

Pernyataan tersebut sejalan dengan janji Presiden Prabowo saat rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu, bahwa ia akan mengunjungi daerah terdampak paling parah akibat banjir dan longsor di Aceh dan sekitarnya. 

Situasi Korban Banjir di Aceh Utara

Menurut data pemerintah setempat, banjir hebat yang melanda Aceh Utara akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sungai telah menyebabkan ribuan warga mengungsi di 35 titik pengungsian. Banjir ini tidak hanya merusak pemukiman warga tetapi juga infrastruktur penting seperti jaringan internet yang sempat lumpuh total sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Antara News

Aceh Utara tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah korban jiwa terbesar di Provinsi Aceh akibat bencana ini. Ribuan orang masih tinggal di lokasi pengungsian sementara, menunggu pembangunan hunian yang dijanjikan Pemerintah. 

Pemerintah pusat, dipimpin Presiden Prabowo, telah menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi. Perusahaan BPI Danantara telah menyelesaikan pembangunan 600 unit huntara pertama di Aceh Tamiang, yang telah diperiksa langsung oleh Presiden pada awal tahun 2026. Targetnya, perusahaan tersebut akan membangun sekitar 15.000 unit hunian di tiga provinsi terdampak bencana, termasuk Aceh. Hunian ini dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, fasilitas bermain anak, ruang ibadah, dapur umum, hingga jaringan Wi-Fi.

Prabowo juga meminta agar kualitas hunian diperhatikan, termasuk usulan pemasangan lapisan tambahan di atap untuk mengurangi panas di dalam rumah korban banjir, menggunakan bahan lokal yang murah namun efektif. 

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan ribuan rumah lain di area seluas beberapa hektare di Aceh Tamiang sebagai hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang. 

Tindak Lanjut Penanganan Pascabencana

Presiden Prabowo tidak hanya fokus pada hunian bagi korban banjir, tetapi juga memerintahkan percepatan pembangunan fasilitas umum yang rusak seperti sekolah, rumah sakit, dan puskesmas agar kembali bisa berfungsi normal. Hal ini dilakukan melalui rapat terbatas bersama para menteri di Aceh Tamiang untuk memastikan seluruh aspek pemulihan berjalan seiring pembangunan hunian korban bencana.

Warga korban banjir di berbagai kabupaten Aceh, termasuk Aceh Utara, juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan bantuan lebih cepat terutama dalam rekonstruksi rumah yang hilang dan rusak parah. Banyak warga meminta dukungan langsung dari Presiden Prabowo saat kunjungan nanti agar pembangunan hunian dan rehab pascabencana dapat berjalan lebih maksimal. 

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Utara dipandang sebagai momentum penting dalam meninjau langsung proses rehabilitasi pascabencana, sekaligus memastikan pembangunan hunian berjalan tepat sasaran. Dengan jumlah korban yang besar dan kondisi pengungsian yang masih berlangsung, kehadiran Pemerintah Pusat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor ini.

Red 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Parlementaria

+