Revolusinews.id - Karawang, Mengingat sebagian wilayah kabupaten Karawang rentan terjadinya bencana, Gereja Katolik Kristus Raja Karawang (GKR) bekerjasama dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Karawang, menggelar seminar kewaspadaan dan penanggulangan bencana alam.
Seminar di laksanakan pada Minggu 25 Februari 2024 dengan di ikuti oleh perwakilan umat dari semua lingkungan yang berada di paroki GKR. Bertempat di aula Agustinus GKR jalan Parahyangan no 45, kelurahan Adiarsa Timur, kecamatan Karawang Barat, Karawang.
Kami BPBD kabupaten Karawang sebetulnya sudah merencanakan untuk melakukan kunjungan di berbagai komunitas, gereja dan yang lain yang ada di Karawang. Guna melakukan sosialisasi terhadap kewaspadaan dan penanggulangan bencana alam, kata H. Mahpudin kepala BPBD kabupaten Karawang.
Justru GKR pada hari ini malah sudah mengadakan seminar, atas ajuan sebelumnya kepada kami BPBD untuk menyampaikan materinya. Dan seminar ini akan kami jadikan pilot projeck untuk melaksanakan sosialisasi di gereja gereja, atau komunitas lain, ungkapnya.
Untuk di ketahui, lanjutnya, Profil kebencanaan yang ada di kabupaten Karawang setidaknya ada 12 potensi kebencanaan. Akan tetapi ada 3 profil bencana yang kerap terjadi dan yang menjadi prioritas perhatian kami BPBD.
Di antaranya, bencana banjir / Longsor, Puting beliung /angin kencang dan sesar /patahan (Fault)(gempa bumi) yang setiap tahunnya berpotensi terjadi, katanya.
Mahpudin menyatakan, dalam tiap tahunnya ada beberapa titik di wilayah Karawang yang mengalami kebanjiran akibat limpasan air sungai. Ada 4 sungai yang berpotensi sebagai penyumbang banjir di kabupaten Karawang yaitu sungai Ciherang dan sungai Cilamaya potensi penyebab banjir di wilayah Cilamaya.
Sungai Citarum dan sungai Cibe'et yang menampung air kiriman dari wilayah kabupaten dan kota lain, berpotensi besar terjadinya banjir di wilayah Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Rengasdengklok dan wilayah Karawang utara.
Bencana itu sendiri ada Dua kategori yaitu bencana alam dan non alam (tekhnologi).
Adapun pemerintah daerah dalam penanganan dan menyikapi bencana kita rinci dalam 3 Siklus Penanggulangan Bencana. BPBD di bidang pra bencana, pencegahan dan kesiapsiagaan dan bidang saat bencana, kedaruratan dan logistik
serta pasca bencana di bidang perencanaan dinas PUPR, tuturnya.
Kami berharap masyarakat musti tahu, untuk kenali bencana untuk perkecil resiko. Bagi warga yang beresiko bencana banjir , siapkanlah tas siaga bencana (TSB) tas anti air di pergunakan untuk menyimpan surat surat, dokumen berharga (penting) lain pungkasnya.
Dalam setiap tahunnya kita DPP di tuntut untuk menyusun program bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, tapi juga yang bermanfaat bagi orang lain, bagi sesama kata Benediktus Eko ketua panitia penyelenggara seminar.
Nah di seksi pendidikan, awal Januari kemarin mengajukan program kegiatan seminar tentang kewaspadaan dan penanggulangan bencana. Kami ajukan ke pastor paroki dan disetujui untuk di laksanakan. Terlebih wilayah Karawang ada beberapa titik yang kerap terjadi bencana banjir dan longsor, kita prihatin.
Dan kita peduli itu, peduli untuk sesama, bisa berperan turut serta terlibat dalam penanggulangan bencana. Kami berharap dengan seminar ini bisa memberikan masukan, gambaran apa yang harus di lakukan bila terjadi bencana, baik bencana banjir, longsor dan yang lain, pungkasnya.
(ryo bewok).




