• Jelajahi

    Copyright © Revolusinews.id - Berita Terkini Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daerah

    Loading...

    no-style

    ROHIMAT JOKER (KETUM PMPRI) : ACT BAK KECIPRAT AIR DI DULANG,KENA MUKA SENDIRI

    Revo_BandungRaya
    07 July 2022, July 07, 2022 WIB Last Updated 2022-07-07T00:45:30Z


    Revobandungraya/Kota Bandung - Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat Joker menanggapi tentang kasus masalah penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) seperti tepuk air di dulang terkena muka sendiri, Kamis (07/07/22).


    Joker mengatakan, oknum yang melakukan penyelewengan dana kemanusiaan harus ditindak hukum, pihaknya pun mendukung Kementerian Sosial (Kemensos) yang mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang telah diberikan kepada Yayasan ACT.


    Menurutnya, penyelewengan dana sosial, berapapun jumlahnya harus tetap ditindak. Sebab, dana tersebut adalah dana untuk kegiatan sosial dan untuk membantu yang tertimpa musibah bukan untuk kepentingan pribadi. "Berapapun yang diselewengkan menurut saya harus ditindak serta dilakukan diaudit,” kata Joker.


    Kendati itu, sanksi dan tindakan tegas tersebut diperlukan demi memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga penghimpun dana amal dan bantuan kemanusiaan. Selain itu, Ia juga meminta pemerintah untuk melakukan penertiban terhadap kelompok filantropi atau organisasi penghimpun dana masyarakat.


    "Ya gini, kalau perlu dibentuk Komisi Pengawasan Yayasan Filantropi atau apapun namanya, sehingga ada wadah atau ada jalur untuk masyarakat mengadu atau ada yayasan yang menyimpang bisa ditindak,” tegas Joker.


    Baginya, masalah ACT harus dibongkar ke masyarakat agar masyarakat dan para donaturnya mengetahui dana-dana tersebut dipergunakan untuk apa saja dan atas nama publik harus dikelola secara transparan dan terbuka. Termasuk dalam pengelolaan biaya operasional manajemen di dalamnya.


    "Soal mengumpulkan dana dari masyarakat untuk kemanusiaan atau atas nama kegiatan keagamaan tentu harus dikelola secara transparan dan terbuka. Harus disampaikan kepada masyarakat secara periodik laporan penggunaan keuangannya, termasuk biaya operasional manajemennya jangan sampai seperti ciprat air di dulang kena muka sendiri," jelas Ketua Umum PMPRI itu.* revobandungraya/IST

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini