Palembang, 25 Juli 2026 – Gerakan Nasional "Pesantrenku Aman" secara resmi diperkenalkan sebagai upaya memperkuat perlindungan bagi santri serta menjaga marwah pondok pesantren dari berbagai bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Kegiatan ini diawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta apresiasi atas kehadiran para kiai, nyai, alim ulama, ustaz, dan jajaran Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang turut mendukung gerakan tersebut.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Kiai Marzuki Wahid dari Cirebon, Kiai Yahya Cholil Staquf, Kiai Hodri Ariev, Kiai Syarifudin Ya'kub, Kiai Hendra Zainuddin Al Qodri, Nyai Hj. Izzah Zen Syukri, Ning Allisa Wahid, serta para alim ulama dan tokoh pesantren lainnya yang berasal dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, penyelenggara menyampaikan bahwa Gerakan Nasional "Pesantrenku Aman" dibentuk melalui kerja sama dengan SAKA (Satuan Anti Kekerasan) sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Gerakan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempererat persatuan seluruh elemen pesantren dalam menjaga kehormatan lembaga pendidikan Islam.
Penyelenggara menilai maraknya pemberitaan mengenai dugaan kasus asusila dan pelecehan seksual yang melibatkan oknum di sejumlah pondok pesantren dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan keresahan masyarakat. Selain merugikan para korban, kasus-kasus tersebut juga dinilai berdampak pada citra pesantren, para kiai, santri, serta lembaga keagamaan secara umum.
Melalui gerakan ini, seluruh pondok pesantren, khususnya yang berada di wilayah Sumatera Selatan, diajak bersatu membangun kembali kepercayaan publik terhadap dunia pesantren. Penyelenggara menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan dan penindakan terhadap setiap oknum yang terbukti melakukan tindak kekerasan atau pelecehan seksual di lingkungan pesantren, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.
Red.
› Tanpa label › Gerakan Nasional "Pesantrenku Aman" Diluncurkan di Palembang, Ajak Pesantren Bersatu Cegah Kekerasan Seksual



