Wisata Arga Hot Spring yang dibangun dengan memanfaatkan potensi alam berupa mata air panas ini dikembangkan langsung di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sundakerta. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi visioner dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa tanpa harus bergantung pada pihak eksternal.
Berdasarkan penelusuran Revolusi Investigasi, pengembangan wisata ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapabilitas kelembagaan BUMDES. Pendapatan yang dihasilkan dari sektor wisata digunakan untuk mengelola aset desa, memperbaiki fasilitas, serta mendukung berbagai program ekonomi masyarakat.
“Wisata ini menjadi bukti bahwa potensi alam desa, jika dikelola dengan kepemimpinan yang kuat dan manajemen yang tepat, mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa,” ungkap salah satu pengelola BUMDES kepada Revolusi Investigasi.
Arga Hot Spring kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah. Kehadirannya mendorong perputaran ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara langsung.
Lebih jauh, keberhasilan Desa Sundakerta diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokalnya masing-masing. Pengelolaan wisata berbasis sumber daya desa dinilai sebagai solusi konkret dalam membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat peran BUMDES sebagai penggerak utama pembangunan desa.
Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah menjaga keberlanjutan pengelolaan wisata, memastikan standar keamanan dan kenyamanan pengunjung, serta memperluas promosi agar manfaat ekonomi dapat terus meningkat.
Revolusi Investigasi mencatat, keberhasilan ini menegaskan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama perubahan, dengan kepemimpinan desa dan BUMDES sebagai aktor strategis dalam mengelola kekayaan lokal demi kesejahteraan bersama.
— Red



