Dalam suasana kebangsaan yang penuh tantangan, Rofiq mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyalakan kembali semangat perjuangan, persatuan, dan keberanian yang telah diwariskan para pendiri republik. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari korupsi, ketidakadilan sosial, hingga kesenjangan antara kekuasaan dan rakyat. Ia menegaskan bahwa sikap diam dalam kondisi seperti ini justru merupakan bentuk pengkhianatan terhadap masa depan bangsa.
Partai Gema Bangsa, kata Rofiq, hadir sebagai rumah baru perjuangan untuk membangun politik yang bersih, egaliter, dan berpihak pada rakyat kecil dengan landasan semangat Pancasila. Ia juga menekankan pentingnya desentralisasi politik sebagai wujud nyata pengembalian kekuasaan kepada rakyat di daerah. Desa, komunitas lokal, dan seluruh wilayah Nusantara harus diberikan ruang untuk menentukan arah pembangunan dan kepemimpinannya sendiri tanpa intervensi berlebihan dari pusat.
Kemandirian daerah, baik secara ekonomi maupun politik, diyakini akan memperkuat martabat bangsa secara keseluruhan. Dalam aspek pembangunan, Partai Gema Bangsa berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi modern, serta inovasi lokal yang berkembang dari dalam masyarakat.
Selain itu, pembangunan harus dilakukan dengan wawasan lingkungan agar sumber daya alam tidak dieksploitasi secara berlebihan, melainkan dikelola secara berkelanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang. Konsep kemandirian juga mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari budaya, sosial, hingga pemberdayaan perempuan sebagai subjek pembangunan yang aktif, bukan sekadar pelengkap dalam berbagai proses perubahan.
Rofiq menaruh harapan besar pada generasi muda sebagai garda depan perubahan nasional. Ia menyatakan bahwa pemuda harus dibekali pendidikan berkualitas, literasi digital, serta semangat inovasi dan kolaborasi. Di tengah maraknya "pesimisme kolektif", kaum muda dituntut untuk menebarkan optimisme, kreativitas, dan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Menutup sambutannya, ia mengusung semangat "Indonesia Reborn" sebagai ajakan kebangkitan nasional, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi, penguatan pendidikan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Partai Gema Bangsa siap mengawal agenda kemandirian nasional, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan Indonesia bangkit sebagai bangsa yang berdaulat, percaya diri, dan bermartabat di kancah dunia.
Ketua DPD Partai Gemabangsa Kabupaten Garut, Setia Budhy, menyatakan dukungannya penuh apa yang di katakan ketua DPP Gema Bangsa Ahmad Rofiq untuk kesejahteraan masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia yang mencerminkan semangat kemandirian Gemabangsa. "Ini adalah contoh nyata perjuangan tanpa pamrih," ujar Setia Budhy
Partai Gemabangsa lahir dari kegelisahan dan keprihatinan atas kondisi bangsa yang memiliki sumber daya alam melimpah, namun manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat. Kekayaan alam kerap dikuasai segelintir pihak, sementara masyarakat masih bergantung pada pihak luar, sehingga Gemabangsa hadir membawa visi besar: kemandirian bangsa, desentralisasi politik, dan kebangkitan Indonesia yang lebih berdaulat. Dalam bidang ekonomi, partai ini mendorong kedaulatan petani, nelayan, dan pelaku UMKM dengan mengusulkan pembentukan bank tanah agar petani memiliki kepemilikan lahan, serta penguatan teknologi bagi nelayan agar hasil tangkapan meningkat. Selain itu, pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa dengan memberikan akses modal, pasar, dan kepercayaan kepada rakyat kecil. Di akhir deklarasi, Partai Gemabangsa juga menegaskan komitmennya terhadap politik hijau dan keadilan ekologi, dengan menginstruksikan seluruh kader dan simpatisan untuk menanam satu pohon di setiap rumah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang. "Kemandirian yang kami perjuangkan adalah kemandirian yang membebaskan, bukan menindas," tegas Budhy.
Red




