UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

Alimudin Garbiz
2/24/26, 17:39 WIB Last Updated 2026-02-24T10:39:36Z
GARUT, Cikelet — Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait pengelolaan kawasan wisata Pantai Santolo. Abdusy Syakur Amin, menggelar dialog terbuka bersama warga Desa Pamalayan untuk membedah persoalan yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Dialog tersebut berlangsung di Aula Stasiun Lapangan Uji Roket Pameungpeuk milik BRIN, Jalan Cilauteureun, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Senin (23/2/2026). Forum ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa sekat. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Garut menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat memiliki visi yang sama, yakni menjadikan Pantai Santolo sebagai destinasi wisata unggulan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengunjung. “Intinya kita semua sepakat ingin menciptakan Pantai Santolo sebagai tempat wisata yang aman, damai, tertib, dan nyaman. Jika kondusif, wisatawan akan betah dan mau kembali lagi,” tegas Bupati di hadapan warga. Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah keberadaan dan prosedur kerja petugas ticketing yang dinilai tidak sesuai aturan serta memicu ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga Desa Pamalayan yang selama ini bersentuhan langsung dengan aktivitas pariwisata.
Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan tidak akan tinggal diam. Pemerintah daerah, kata dia, akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengelolaan wisata Pantai Santolo, khususnya terkait sistem ticketing dan tata kelola di lapangan. “Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Harus ada langkah nyata ke depan agar kondusivitas wilayah tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat tidak hilang,” ujarnya dengan nada tegas. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga siap bertindak demi menciptakan pengelolaan wisata yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pariwisata Garut Selatan. (Revolusi Investigasi/Sumarna)
Komentar

Tampilkan

Terkini