UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Momentum Satu Abad NU, Bupati Garut Dorong Kebangkitan Ekonomi Warga Lewat Kolaborasi Pertanian

Alimudin Garbiz
1/27/26, 21:01 WIB Last Updated 2026-01-27T14:02:56Z

GARUT, Tarogong Kidul – Momentum Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Garut untuk mendorong kebangkitan ekonomi warga, khususnya kalangan nahdiyin, melalui kolaborasi konkret di sektor pertanian dan peternakan. Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Satu Abad NU sekaligus Launching Produk Bidang Perekonomian PCNU Garut yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/1/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa kontribusi NU selama ini tidak terbantahkan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, menurutnya, tantangan ke depan menuntut NU tampil lebih jauh sebagai kekuatan ekonomi rakyat, bukan sekadar basis sosial dan keagamaan.

"Yang saya tunggu sekarang adalah kebangkitan NU di bidang ekonomi. Kita melihat adanya gerakan besar yang menunjukkan NU siap mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Garut,” ujar Syakur di hadapan ribuan warga NU.

Syakur menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Garut yang dinilai cukup positif pada triwulan pertama tahun ini, dengan sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan perlunya keberpihakan kebijakan agar warga NU tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu masuk dalam rantai produksi dan distribusi.

"Warga NU harus diberi ruang untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan. Namun semua harus berjalan transparan, taat aturan, dan menjadi contoh yang baik,” tegasnya.

 

Di sektor pertanian, Pemkab Garut disebut telah membuka jalur komunikasi dengan kementerian terkait hingga produsen pupuk guna menjamin ketersediaan sarana produksi bagi petani. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong mekanisasi pertanian dengan melibatkan institusi pendidikan, termasuk penyediaan alat pemipil jagung sebagai bagian dari peningkatan efisiensi produksi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kolaborasi lintas sektor. Namun demikian, efektivitas program dan konsistensi pelaksanaannya akan menjadi catatan penting, mengingat sektor pertanian selama ini kerap menghadapi persoalan klasik mulai dari distribusi pupuk hingga akses pasar.

Menutup sambutannya, Syakur menegaskan komitmen Pemkab Garut untuk mendampingi masyarakat dalam koridor regulasi yang berlaku. Ia menyebut, warga NU yang memiliki peran historis dalam perjuangan kemerdekaan sudah semestinya memperoleh ruang dan kesempatan yang adil dalam pembangunan ekonomi daerah.

"Pemerintah siap mendampingi, selama sesuai aturan, agar masyarakat—khususnya warga NU—mendapatkan hak pembangunan yang sepadan dengan kontribusinya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Wartawan: Sumarna
Editor: Revolusi Investigasi

Komentar

Tampilkan

Terkini

Parlementaria

+