GARUT – Semangat pemberdayaan dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas terus digaungkan melalui kegiatan Pertemuan BUEKA Difabel yang dilaksanakan di Desa Karangpawitan, Jumat (15/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari Program Inklusi Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Garut dengan mengangkat tema “Memulai Ide Bisnis Usaha.”
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus sarana membangun motivasi bagi para peserta difabel agar lebih percaya diri dalam memulai usaha mandiri. Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Hadir sebagai narasumber, Risqiyadi, S.E., M.SM, dosen IMDA sekaligus pendamping UMKM, memberikan materi mengenai cara menemukan ide usaha, membaca peluang pasar, membangun mental wirausaha, hingga pentingnya konsistensi dan keberanian dalam menghadapi tantangan dunia usaha. Ia juga menekankan bahwa usaha dapat dimulai dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki masing-masing individu.
Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkembang dan sukses. Dengan kemauan, kreativitas, serta dukungan lingkungan yang baik, penyandang disabilitas memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku usaha yang produktif dan mandiri.
Program inklusi yang dijalankan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Garut ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap pemberdayaan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Tidak hanya memberikan pelatihan dan motivasi, program tersebut juga mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih terbuka, setara, dan mendukung pengembangan potensi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak berdiskusi secara langsung mengenai berbagai jenis usaha yang dapat dijalankan di lingkungan sekitar, mulai dari usaha makanan, kerajinan, jasa, hingga pemanfaatan media digital untuk pemasaran produk. Diskusi berlangsung aktif karena banyak peserta yang mulai tertarik untuk mencoba membangun usaha kecil secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelaku-pelaku UMKM baru dari kalangan difabel di Kabupaten Garut. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ekonomi keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.
✨ “Keterbatasan bukan akhir dari harapan. Semangat, keberanian, dan kerja keras mampu membuka jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.”
Red vRevolusi Investigasi
› Tanpa label › Pertemuan BUEKA Difabel di Desa Karangpawitan Bangkitkan Semangat Wirausaha dan Kemandirian





