UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
ADVERTISEMENT

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Bupati Garut bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor

Alimudin Garbiz
2/03/26, 17:20 WIB Last Updated 2026-02-03T10:20:36Z
 
BOGOR - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).
Forkopimda Kabupaten Garut yang hadir langsung dalam acara Rakornas ini mulai dari Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, serta Kajari Garut, Yuyum Wahyudi.
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo menyampaikan beberapa hal substansial, salah satunya terkait pengentasan kemiskinan. Di mana, Ia mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemimpin di berbagai tingkatan untuk tidak menyerah dalam upaya menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Prabowo menekankan bahwa bahwa kekayaan alam bangsa sangat melimpah, namun pengelolaannya oleh para elite masih belum optimal.
Ia pun menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh diterima sebagai kondisi yang biasa.
“Kekayaan kita sangat banyak, tapi terus terang saja bahwa unsur pimpinan di semua tingkat, unsur elite akademis, para profesor, elite politik, elite tentara, polisi, para pimpinan yudikatif, kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Presiden RI melansir dari Siaran Pers Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI).
Prabowo menggugah seluruh pemimpin untuk membulatkan tekad membenahi diri, lingkungan, dan lingkaran masing-masing. Prabowo menyerukan persatuan lintas partai dan menghapus sekat-sekat permusuhan masa lalu yang tidak lagi relevan.
"Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah," tegas Prabowo.
Prabowo juga menolak sikap ragu-ragu dan pesimistis dalam menghadapi tantangan kemiskinan. 
“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan ‘Apa bisa? Apa mampu?’ Selalu menimbulkan keraguan,” tambahnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding, karena kemiskinan yang masih tinggi tidak bisa diterima mengingat potensi kekayaan yang dimiliki bangsa.

(Revolusi Investigasi/Sumarna)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Parlementaria

+